Aqidah

Sifat Allah ﷻ yang Wajib Diimani

Beriman kepada sifat-sifat Allah ﷻ merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tauhid. Sebagai seorang muslim, kita wajib meyakini setiap sifat yang telah Allah ﷻ tetapkan bagi diri-Nya dalam Al-Qur’an dan yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits-hadits yang shahih. Mengenal sifat-sifat ini akan menambah rasa cinta, takut, dan pengagungan kita kepada Sang Pencipta.


Kewajiban Menetapkan Sifat Allah ﷻ

Landasan utama dalam mengimani sifat Allah ﷻ adalah menetapkan apa yang Allah tetapkan tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا

Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu (QS. Al-A’raf: 180)

Ayat ini memerintahkan kita untuk mengenal Allah melalui nama-nama-Nya yang indah, yang di dalamnya terkandung sifat-sifat-Nya yang sempurna.


Sifat-Sifat Dzatiyah (Melekat pada Dzat Allah)

Sifat Dzatiyah adalah sifat yang senantiasa ada pada Dzat Allah ﷻ dan tidak pernah terpisah dari-Nya. Beberapa di antaranya yang wajib kita imani adalah:

1. Sifat Ilmu (Maha Mengetahui)

Allah ﷻ mengetahui segala sesuatu, baik yang telah lalu, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Allah ﷻ berfirman:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (QS. Al-Mulk: 14)

2. Sifat Al-Uluw (Ketinggian)

Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah ﷻ berada di atas langit, tinggi di atas seluruh makhluk-Nya, beristiwa (bersemayam) di atas ‘Arsy. Allah ﷻ berfirman:

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy (QS. Thaha: 5)


Sifat Fi’liyah (Terkait dengan Kehendak Allah)

Sifat Fi’liyah adalah sifat yang Allah ﷻ lakukan sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya.

1. Sifat Kalam (Berbicara)

Allah ﷻ berbicara dengan suara dan huruf yang sesuai dengan keagungan-Nya, tidak serupa dengan suara makhluk. Contohnya adalah ketika Allah ﷻ berbicara langsung kepada Nabi Musa عليه السلام:

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung (QS. An-Nisa: 164)

2. Sifat Tertawa dan Ridha

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat tertawa yang menunjukkan keridhaan-Nya terhadap amal hamba-Nya. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَضْحَكُ اللَّهُ إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الآخَرَ يَدْخُلانِ الْجَنَّةَ

Allah tertawa terhadap dua orang yang salah satunya membunuh yang lain, namun keduanya masuk surga (HR. Bukhari no. 2826 dan Muslim no. 1890. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa pembunuh tersebut bertaubat lalu masuk Islam dan mati syahid).


Sifat-Sifat Khabariyah

Sifat khabariyah adalah sifat yang kita ketahui hanya berdasarkan khabar (berita) dari wahyu, seperti Wajah, Tangan, dan Mata. Kita wajib menetapkannya tanpa membayangkan bentuknya (takyif).

Allah ﷻ berfirman mengenai “Tangan-Nya”:

بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ

Tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki (QS. Al-Ma’idah: 64)

Dan mengenai “Wajah-Nya”:

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (QS. Ar-Rahman: 27)


Kesimpulan

Mengimani sifat-sifat Allah ﷻ harus dilakukan dengan hati yang tunduk. Kita tidak boleh menolak sifat tersebut (ta’thil), tidak boleh mengubah maknanya (tahrif), dan tidak boleh menyamakannya dengan manusia (tamtsil). Cukuplah kita meyakini bahwa Allah ﷻ memiliki sifat-sifat sempurna yang tidak tertandingi oleh siapa pun.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger