Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Mengenal jalan kebenaran memerlukan panduan yang datang langsung dari Sang Pencipta. Oleh karena itu, Allah ﷻ menurunkan kitab-kitab suci kepada para Rasul sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia. Mengimani kitab-kitab tersebut merupakan rukun iman ketiga yang wajib setiap muslim yakini dengan sepenuh hati.
Makna dan Hakikat Iman kepada Kitab Allah
Beriman kepada kitab-kitab Allah ﷻ berarti meyakini bahwa seluruh kitab tersebut benar-benar kalam (perkataan) Allah ﷻ. Kitab-kitab ini mengandung cahaya dan kebenaran untuk membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia serta akhirat. Allah ﷻ menurunkan kitab-kitab ini kepada para Rasul melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Selanjutnya, seorang muslim wajib mengimani semua kitab yang Allah ﷻ sebutkan namanya maupun yang tidak Dia sebutkan. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an mengenai kewajiban ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. (QS. An-Nisa: 136)
Nama-Nama Kitab yang Wajib Kita Imani
Umat Islam mengenal beberapa kitab suci yang secara eksplisit Allah ﷻ sebutkan dalam wahyu-Nya. Kitab-kitab tersebut adalah Taurat yang turun kepada Nabi Musa عليه السلام, Zabur kepada Nabi Dawud عليه السلام, Injil kepada Nabi Isa عليه السلام, dan Shuhuf kepada Nabi Ibrahim serta Musa.
Namun, kedudukan paling tinggi berada pada Al-Qur’anul Karim sebagai kitab terakhir. Al-Qur’an menyempurnakan sekaligus menghapus syariat kitab-kitab sebelumnya. Allah ﷻ menjamin kemurnian Al-Qur’an dari segala bentuk perubahan hingga hari kiamat. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr: 9)
Kedudukan Al-Qur’an sebagai Penentu (Muhaimin)
Setiap mukmin harus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang utama dan tidak tergantikan. Al-Qur’an berfungsi sebagai Muhaimin, yaitu saksi yang menguji dan membenarkan isi kitab-kitab terdahulu yang masih murni. Kita tidak lagi menjalankan syariat Taurat atau Injil karena Al-Qur’an telah merangkum semua kebaikan di dalamnya.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa keimanan hamba tidak sempurna jika ia berpaling dari wahyu. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلاَّ أُعْطِيَ مِنَ الآيَاتِ مَا مِثْلُهُ أُومِنَ أَوْ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah diberikan kepadanya mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya. Dan sesungguhnya mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu (Al-Qur’an) yang Allah wahyukan kepadaku, maka aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat. (HR. Bukhari no. 4981 dan Muslim no. 152, Abu Hurairah meriwayatkan tentang keagungan wahyu sebagai mukjizat abadi).
Hikmah Mengimani Kitab-Kitab Allah ﷻ
Keimanan ini menanamkan rasa syukur yang besar karena Allah ﷻ tidak membiarkan manusia berjalan dalam kegelapan. Kita memiliki kompas kehidupan yang jelas untuk membedakan antara yang hak dan yang batil. Selain itu, membaca dan merenungi kitab Allah ﷻ akan mendatangkan ketenangan jiwa serta pahala yang berlipat ganda.
Akhirnya, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai teman setia dalam keseharian kita. Mempelajari dan mengamalkan isi kitab suci merupakan bukti nyata kebenaran iman seorang hamba kepada Rabbnya. Dengan demikian, keselamatan di akhirat kelak akan lebih mudah kita raih atas izin Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

