Birrul Walidain: Mengetuk Pintu Surga di Bulan Ramadhan
Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang kedudukannya sangat tinggi setelah tauhid. Di samping itu, momen Ramadhan menjadi waktu yang sangat tepat untuk mempererat silaturahmi serta pengabdian kepada ayah dan ibu. Oleh karena itu, Al-Qur’an menggandengkan perintah beribadah kepada Allah ﷻ dengan perintah berbuat baik kepada orang tua.
Perintah Al-Qur’an untuk Berbakti
Secara mendasar, Allah ﷻ mewajibkan setiap anak untuk memperlakukan orang tuanya dengan penuh kelembutan dan rasa hormat. Selain itu, Islam melarang keras seorang anak mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati mereka, meskipun hanya sekadar ucapan ah. Maka dari itu, menjaga lisan dan sikap di hadapan orang tua merupakan bagian dari ketaatan kepada Sang Khaliq.
Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (QS. Al-Isra: 23)
Keutamaan Berbakti di Bulan Mulia
Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa rida Allah ﷻ sangat bergantung pada rida orang tua kita. Tentu saja, pada bulan Ramadhan, setiap amalan kebaikan akan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda. Oleh sebab itu, melayani kebutuhan orang tua saat sahur dan berbuka merupakan ladang pahala yang sangat besar bagi seorang anak.
Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
Rida Rabb (Allah) bergantung pada rida orang tua, dan murka Rabb bergantung pada murka orang tua. (HR. Tirmidzi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’ No. 3507).
Birrul Walidain sebagai Jalan Menuju Surga
Bukan hanya sekadar kewajiban sosial, namun berbakti kepada orang tua adalah jalan pintas menuju surga. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang mendapati orang tuanya masih hidup tetapi ia tidak masuk surga. Hal ini menunjukkan bahwa mengabaikan orang tua merupakan kerugian yang sangat nyata bagi seorang Muslim.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka. Beliau ditanya: Siapa wahai Rasulullah? Beliau ﷺ menjawab: Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya dalam usia lanjut, salah satu atau keduanya, tetapi ia tidak masuk surga (karena tidak berbakti kepada keduanya). (HR. Muslim).
Bentuk Bakti yang Bisa Anda Lakukan
Supaya Ramadhan kali ini lebih bermakna, Anda dapat meningkatkan perhatian kepada kedua orang tua. Cara sederhana seperti mendoakan mereka setiap selesai shalat atau memberikan hadiah kecil dapat menyenangkan hati mereka. Selain itu, membantu meringankan pekerjaan rumah tangga juga termasuk dalam bentuk nyata dari birrul walidain.
Ingatlah bahwa doa anak yang shaleh akan terus mengalir meskipun orang tua telah tiada. Namun, selagi mereka masih bernapas, gunakanlah kesempatan ini untuk meraih rida mereka dengan tulus. Oleh sebab itu, marilah kita jadikan bulan suci ini sebagai momentum memperbaiki pengabdian kita kepada ayah dan ibu.
Kesimpulan
Pada akhirnya, berbakti kepada orang tua adalah investasi terbaik dunia dan akhirat. Melalui birrul walidain, Allah ﷻ akan membukakan pintu-pintu keberkahan dalam hidup kita secara luas. Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan sebagai titik balik untuk menjadi anak yang lebih berbakti dan penuh kasih sayang.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

