Kosakata

Panduan Kosakata Kata Kerja Bahasa Arab (Bagian 9)

Mempelajari kata kerja merupakan langkah strategis untuk memperlancar kemampuan berbicara dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan lima kata kerja penting beserta contoh penggunaannya agar Anda lebih mudah memahami maknanya secara praktis.

Daftar Kata Kerja Pilihan

Berikut adalah beberapa kata kerja yang sering muncul dalam interaksi harian maupun literatur Islam:

  1. عَلَّقَ – يُعَلِّقُ – عَلِّقْ: Gantung atau menggantungkan.

  2. فَرِحَ – يَفْرَحُ – اِفْرَحْ: Gembira.

  3. تَحَرَّكَ – يَتَحَرَّكُ – تَحَرَّكْ: Gerak atau bergerak.

  4. حَرَّكَ – يُحَرِّكُ – حَرِّكْ: Menggerakkan.

  5. اِنْتَهَى – يَنْتَهِي: Habis atau selesai.

Penerapan Kosakata dalam Kalimat

Untuk memudahkan pemahaman, perhatikan bagaimana kosakata tersebut dirangkai menjadi kalimat yang utuh berikut ini:

  • عَلِّقِ الصُّوْرَةَ عَلَى الْحَائِطِ يَا وَلَدِي Gantungkan foto itu di atas dinding wahai anakku.

  • يَفْرَحُ وَالِدَايَّ بِرُجُوْعِي مِنَ الْمَعْهَدِ Kedua orangtua saya gembira dengan kepulangan saya dari pesantren.

  • تَتَحَرَّكُ السَّيَّارَةُ بِدُوْنِ الْمَكِيْنَةِ Mobil itu bergerak tanpa mesin.

  • يُحَرِّكُ الطَّالِبُ قَدَمَهُ فِي الدِّرَاسَةِ Seorang santri menggerakkan kakinya saat belajar.

  • لَمْ أَنْتَهِ مِنَ التَّدْرِيْسِ Saya belum selesai mengajar.

Kegembiraan Seorang Mukmin Karena Karunia Allah ﷻ

Sifat gembira atau fariha merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Namun, Islam mengajarkan agar kegembiraan tersebut disandarkan pada karunia dan rahmat Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan (Yunus: 58).

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga menjelaskan tentang kegembiraan yang luar biasa dari Allah ﷻ ketika melihat hamba-Nya bertaubat.

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ

Sesungguhnya Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya, daripada gembiranya salah seorang dari kalian yang berada di atas hewan tunggangannya di suatu tanah yang luas (HR. Muslim nomor 2747).

Pentingnya Mengakhiri Amal dengan Baik

Kata intaha yang berarti selesai mengingatkan kita bahwa setiap aktivitas di dunia pasti memiliki akhir. Seorang muslim dituntut untuk selalu mengakhiri segala kegiatannya dengan kebaikan. Hal ini selaras dengan ajaran sunnah untuk menutup majelis dengan doa kafaratul majelis agar dosa-dosa selama pertemuan tersebut dihapuskan.

Semoga pembahasan singkat ini menambah perbendaharaan kata Anda dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas ibadah sehari-hari.

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger