Menyambut Ramadhan Penuh Berkah
Bulan Ramadhan merupakan anugerah terbesar bagi setiap muslim karena pintu rahmat terbuka lebar selama satu bulan penuh. Oleh sebab itu, menyambut kedatangan bulan suci ini dengan kegembiraan dan persiapan amal adalah tanda keimanan. Tanpa adanya kesadaran akan kemuliaan waktu ini, seseorang mungkin akan melewatkan kesempatan emas untuk meraih ampunan dari Allah ﷻ.
Hadits Tentang Kabar Gembira Datangnya Ramadhan
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه mengenai berita gembira yang Rasulullah ﷺ sampaikan kepada para sahabatnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah ﷻ mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan yang membangkang dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalang (dari kebaikan yang banyak). (HR. An-Nasa’i No. 2106, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 55)
Perintah Puasa dalam Al-Quran
Selain melalui penjelasan Nabi ﷺ, Allah ﷻ juga memberikan instruksi langsung mengenai kewajiban ibadah ini bagi hamba-Nya yang beriman. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)
Oleh karena itu, tujuan utama dari puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah ﷻ. Selanjutnya, ayat ini mengingatkan kita bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan sarana peningkatan kualitas spiritual.
Peluang Ampunan Dosa yang Luas
Kemudian, setiap muslim harus memanfaatkan waktu Ramadhan untuk membersihkan diri dari segala dosa masa lalu. Rasulullah ﷺ memberikan jaminan ampunan bagi siapa saja yang menghidupkan bulan ini dengan penuh keyakinan. Beliau bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760)
Lalu, janji ini harus memotivasi kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu sedetik pun selama Ramadhan. Jadi, persiapan ilmu dan fisik sangat penting sebelum bulan mulia ini tiba.
Amalan Utama Selama Ramadhan
Pada akhirnya, memperbanyak bacaan Al-Quran dan sedekah menjadi ciri khas para salafus sholeh dalam mengisi bulan suci. Di samping itu, menjaga lisan dari perkataan dusta merupakan hal wajib agar pahala puasa kita tetap terjaga dengan sempurna. Sebaliknya, sikap malas-malasan justru akan membuat keberkahan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa bekas. Dengan demikian, mari kita persiapkan hati kita mulai sekarang untuk menyambut tamu agung yang penuh berkah ini.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

