Jujur dan Amanah dalam Al-Qur’an
Fondasi Akhlak Mulia
Jujur dan amanah merupakan dua sifat utama yang menjadi identitas seorang mukmin. Di samping itu, kedua karakter ini menjadi pondasi bagi tegaknya keadilan dan kedamaian di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan penekanan khusus bagi siapa saja yang ingin meraih derajat ketakwaan yang sempurna.
Kewajiban Berlaku Jujur dalam Setiap Keadaan
Secara mendasar, jujur atau sidq berarti kesesuaian antara perkataan dengan kenyataan yang ada. Selain itu, Allah ﷻ memerintahkan orang-orang beriman agar senantiasa berkumpul dan meneladani orang-orang yang jujur. Hal ini dikarenakan kejujuran akan membimbing pelakunya menuju segala bentuk kebaikan.
Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur). (QS. At-Tawbah: 119)
Pentingnya Menjaga Amanah
Selanjutnya, sifat amanah menjadi pelengkap bagi kejujuran seorang hamba. Amanah sendiri bermakna menunaikan apa yang telah dititipkan atau dibebankan, baik itu hak Allah ﷻ maupun hak sesama manusia. Maka dari itu, Allah ﷻ memberikan peringatan keras agar kita tidak mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.
Allah ﷻ menegaskan hal tersebut melalui firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. (QS. An-Nisa: 58)
Hubungan Jujur dengan Surga
Bukan hanya dalam Al-Qur’an, tetapi Rasulullah ﷺ juga memberikan motivasi luar biasa terkait kejujuran. Beliau ﷺ menjelaskan bahwa kejujuran akan mengantarkan seseorang menuju surga. Sebaliknya, kedustaan hanya akan menyeret pelakunya menuju pintu neraka.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga. (HR. Bukhari dan Muslim).
Amanah sebagai Tanda Kesempurnaan Iman
Supaya kualitas iman tetap terjaga, maka seorang Muslim harus menjauhi sifat khianat. Tentu saja, orang yang tidak bisa menjaga amanah menunjukkan adanya kelemahan dalam keimanannya. Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa mengabaikan amanah merupakan salah satu tanda kemunafikan.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه, beliau menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sering bersabda:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ
Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji. (HR. Ahmad. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini hasan dalam Shahih Al-Jami’ No. 7179).
Kesimpulan
Pada akhirnya, menghidupkan sifat jujur dan amanah adalah kunci meraih keridaan Allah ﷻ. Melalui kedua sifat ini, maka kepercayaan antar sesama manusia akan terbangun dengan kokoh. Oleh sebab itu, marilah kita melatih diri agar selalu berkata jujur dan menjaga setiap amanah yang kita pikul dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

