Pentingnya Sifat Amanah dalam Kehidupan Muslim
Amanah merupakan pondasi utama dalam membangun kepercayaan antar sesama manusia. Selain itu, sifat ini menjadi tolok ukur kesempurnaan iman seseorang di hadapan Allah ﷻ. Tanpa adanya sifat amanah, tatanan kehidupan sosial akan hancur karena hilangnya rasa saling percaya.
Hadits Tentang Pentingnya Amanah
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه mengenai kaitan erat antara amanah dan iman:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ ﷺ إِلَّا قَالَ لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata: Tidaklah Nabiyullah ﷺ berkhutbah di hadapan kami melainkan beliau bersabda: Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji. (HR. Ahmad No. 12383, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 7179)
Perintah Allah ﷻ untuk Menunaikan Amanah
Oleh karena itu, Islam sangat menekankan agar setiap individu memberikan hak kepada pemiliknya secara adil. Allah ﷻ memberikan instruksi yang sangat jelas di dalam Al-Quran:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. (QS. An-Nisa: 58)
Selanjutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa menjaga amanah bukan sekadar pilihan perilaku. Akan tetapi, hal ini adalah kewajiban agama yang harus setiap muslim laksanakan dengan sungguh-sungguh.
Hubungan Amanah dengan Keimanan
Lalu, mengapa Rasulullah ﷺ mengaitkan amanah langsung dengan iman? Hal ini terjadi karena orang yang beriman seharusnya menyadari pengawasan Allah ﷻ setiap saat. Jika seseorang mengkhianati amanah, berarti ia telah mengabaikan kehadiran Allah ﷻ dalam setiap tindakannya.
Sebagai konsekuensinya, ketiadaan sifat amanah menjadi ciri utama orang munafik. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras melalui sabdanya:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat. (HR. Bukhari No. 33 dan Muslim No. 59, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه)
Bentuk Amanah dalam Keseharian
Di sisi lain, banyak orang mengira amanah hanya berkaitan dengan titipan barang atau uang saja. Padahal, cakupan amanah sangatlah luas dalam kehidupan kita sehari-hari.
Misalnya, menjalankan ibadah kepada Allah ﷻ adalah amanah terbesar bagi hamba-Nya. Selain itu, menjaga rahasia orang lain juga merupakan bentuk amanah yang sering kita lupakan. Kemudian, melaksanakan tugas pekerjaan dengan penuh tanggung jawab adalah amanah profesional yang wajib kita penuhi.
Dampak Positif Menjaga Amanah
Pada akhirnya, ketika masyarakat memegang teguh sifat ini, kedamaian akan tercipta dengan sendirinya. Setiap orang akan merasa tenang karena tidak memiliki kekhawatiran akan pengkhianatan. Oleh sebab itu, Allah ﷻ menjanjikan keberkahan hidup bagi hamba-hamba-Nya yang jujur. Jadi, mari kita mulai melatih diri untuk selalu amanah dalam segala urusan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

