Hadits

Anjuran Melaksanakan Shalat Sunnah di Rumah

Islam membagi shalat menjadi dua jenis utama berdasarkan penekanan tempat pelaksanaannya, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib memang lebih utama bagi laki-laki untuk mengerjakannya di masjid secara berjamaah. Namun, shalat sunnah justru memiliki keutamaan yang lebih besar jika kita melaksanakannya di dalam rumah. Hal ini berlandaskan pada kaidah bahwa hukum asal shalat sunnah adalah dilakukan secara sembunyi di rumah agar lebih menjaga keikhlasan.

Sebaik-Baik Shalat Sunnah Adalah di Rumah

Rasulullah ﷺ memberikan arahan yang sangat jelas mengenai pembagian tempat shalat ini. Beliau mendorong umatnya untuk menghidupkan suasana ibadah di kediaman masing-masing agar mendatangkan keberkahan. Zaid bin Tsabit رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

Wahai manusia! Shalatlah di rumah-rumah kalian karena sesungguhnya sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib. (HR. Bukhari no. 731 dan Muslim no. 781).

Oleh karena itu, kita sebaiknya membiasakan diri untuk membawa pulang shalat sunnah seperti Rawatib, Dhuha, maupun Tahajud. Selain mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, cara ini juga akan menjadi teladan yang baik bagi anak dan istri di rumah.

Membawa Kebaikan dan Cahaya ke Dalam Rumah

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kita agar tidak menghabiskan seluruh jatah shalat hanya di masjid saja. Beliau memberikan instruksi agar kita menyisihkan sebagian shalat, khususnya shalat sunnah, untuk dikerjakan di rumah. Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ صَلَاتَهُ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا

Apabila salah seorang di antara kalian telah menyelesaikan shalatnya di masjid maka hendaklah dia menjadikan sebagian shalatnya untuk rumahnya, karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan di rumahnya karena shalatnya tersebut. (HR. Muslim no. 778).

Kalimat ini menunjukkan bahwa rumah yang digunakan untuk bersujud akan dipenuhi dengan kebaikan dari Allah ﷻ. Cahaya ibadah akan menerangi sudut-sudut rumah sehingga penghuninya merasa lebih tenang dan tenteram.

Jangan Jadikan Rumah Seperti Kuburan

Rasulullah ﷺ juga memberikan perumpamaan yang sangat kuat bagi rumah yang tidak pernah digunakan untuk shalat. Beliau melarang umatnya membiarkan rumah dalam kondisi sunyi dari zikir dan sujud, layaknya sebuah pemakaman. Ibnu Umar رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Jadikanlah sebagian shalat kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah menjadikannya sebagai kuburan. (HR. Bukhari no. 432 dan Muslim no. 777).

Maka dari itu, kita perlu memastikan bahwa rumah kita tetap hidup dengan lantunan ayat suci dan gerakan shalat sunnah. Dengan menerapkan kebiasaan ini, kita telah menjaga rumah dari gangguan setan dan mendatangkan rahmat Allah ﷻ secara terus-menerus. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk senantiasa menghidupkan sunnah yang mulia ini di tengah keluarga kita.

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Mudir Pesantren MAQI)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger