Allah Tidak Menerima Shalat Orang yang Berhadats

Bagikan artikel ini :

 

Hadits Ke-2

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا يَقْبَلُ اللهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ -رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah Shalallahun ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian apabila berhadats sehingga dia berwudhu” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Gharibul Hadits

لَا يَقْبَلُ اللهُ

Menggunakan bentuk nafi (peniadaan) dan ini lebih mengena dibandingkan dengan menggunakan bentunk nahyi (larangan), karena bentuk nafi juga mengandung makna larangan, dan tambahan larangan merupakan hakikat pada suatu perkara.

أَحْدَثَ

Maksudnya adalah berhadats, yang dimaksud dengan hadast adalah sesuatu yang keluar dari dua lubang pelepasan atau bisa hal lain yang membatalkan wudhu.

الحْدَثُ

Hadats adalah sesuatu yang bersifat hukmy diperkirakan terjadi pada anggota tubuh dan keberadaannya menghalangi dari sahnya ibadah yang disyaratkan baginya thaharah (bersuci)

 

Makna Ijmaly

Allah Subhanahu Wata’ala sebagai pembuat syariat yang Maha Bijaksana telah memberikan petunjuk bagi orang yang hendak melaksanakan shalat, bahwasannya Allah tidak boleh sesorang mengerjakan shalat kecuali dalam keadaan yang suci lagi baik, karena shalat merupakan penghubung yang sanagat kuat antara Allah dengan hamba-Nya. Shalat adalah cara bermunajat oleh sebab itu Allah memerintahkan untuk berwudhu dan bersuci sebelum melaksanakan shalat, Allah juga memberitahukan bahwasannya shalat itu akan tertolak dan tidak diterima apabila tidak diawali dengan bersuci terlebih dahulu.

 

Pelajaran Yang Diambil Dari Hadits

  1. Shalat orang yang berhadats tidak diterima sehingga dia bersuci dari kedua hadats kecil maupun besar
  2. Hadats merupakan pembatal wudhu dan shalat,
  3. Yang dimaksud dengan shalat yang tidak diterima adalah karena shalatnya tidak sah dan tidak akan diberikan pahala.
  4. Hadits ini menunjukan bahwa bersuci merupakan syarat sahnya shalat.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat (Musyrif Aam Pesantren MAQI)

Sumber : Kitab ‘Umdatul Ahkam

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger