Pelita Hadits 1

Setiap Amal Tergantung Pada Niatnya

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ» -متفق عليه

Matan Hadits
Dari Umar bin Khatab rhadhiyallähu ‘anh, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shalallähu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Hanyasannya setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya. Dan hanyasannya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu bagi Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk dunia maka akan dia dapati, atau untuk perempuan maka ia akan menikahinya. Maka hijrahnya itu tergantung pada apa yang ia niatkan”. (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

👉 Simpulan Hadits:

1 ✍ Menurut Imam Asy-Syafi’i hadits ini memuat 1/3 ilmu. Hal ini disebabkan perbuatan seseorang itu dilakukan dengan hati, lisan juga anggota badan. Niat merupakan salah satu dari tiga bagian tadi.

2 ✍ Secara syara niat itu adalah tekad untuk mengerjakan ibadah sebagai bentuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala dan tempatnya itu adalah hati. Oleh karenanya niat adalah amalan hati yang tidak berkaitan dengan anggota badan. Dengannya bisa diketahui bahwa berbagai ibadah yang didahului dengan talaffudzh binniyat (melafalkan niat) adalah bertentangan dengan makna niat itu sendiri, karena ia merupakan amalan hati bukan lisan.

3 ✍ Niat merupakan landasan dan alat untuk mempertimbangkan berbagai perbuatan dan ungkapan. Jika niatnya benar maka amalan pun akan benar, dan jika niat rusak maka rusak pulalah suatu amalan.

4 ✍ Dalam hadits ini pun bisa diketahui bahwa seseorang yang berhijrah karena Allah dan untuk mempelajari Agama serta mengamalkannya maka ia akan mendapatkan balasan apa yang diniatkannya itu. Begitupun jika ia bermaksud dan bertujuan untuk urusan-urusan dunia maka ia akan mendapatkannya dan balasan itu akan diraih sesuai niat dan maksudnya tersebut.

5 ✍ Oleh karena itu sudah selayaknya bagi kita sebagai seorang muslim meluruskan niat dan tujuan dalam melakukan berbagai hal. Karena diterima dan ditolaknya amalan, juga baik buruknya amalan seseorang, tergantung bagaimana niatnya.

و الله اعلم و له المستعان

Kajian Pelita Hadits

Kontributor Ustadz Uus Suhendrik, Lc

Facebook Comments